BARIDIN

Published 8 Mei 2012 by Guru IPS SMPN 1 Gempol-Cirebon

Baridin merupakan salah satu judul drama tarling bergenere tragedi yang sangat terkenal di wilayah pantura Jawa Barat, khususnya Cirebon dan Indramayu, sampai ke pantura Jawa Tengah bagian barat, di antaranya Brebes dan Tegal. Cerita Baridin adalah  karya fenomenal  H. Abdul Adjib, yang juga  berperan sebagai tokoh Baridin dalam lakon tersebut. Hal itu pulalah yang membuat namanya abadi sebagai seniman tarling sampai akhir hayatnya.

Drama tarling Baridin menggambarkan kondisi sosial masyarakat  agraris  di wilayah Cirebon yang dibumbui dengan cinta tak sampai dan klenik. Pelaku utama dalam cerita tersebut adalah Baridin, Ratminah, bapa Dam (bapaknya Ratminah), dan mbok Wangsih (ibunya Baridin). Tokoh lainnya adalah Gemblung, sahabat karib Baridin.

Diceritakan, di suatu desa ada seorang petani kaya bernama bapa Dam. Beliau mempunyai anak perempuan tunggal, Ratminah namanya. Berbnding terbalik dengan parasnya yang cantik jelita, perilaku Ratminah sangat buruk, sombong, dan perkataannya selalu melukai lawan bicaranya. Walau begitu, banyak laki-laki yang datang untuk melamarnya. Tapi tak ada satupun yang diterima. Malah banyak diantara mereka, di samping lamarannya ditolak juga mendapat hinaan.

Suatu hari, Ratminah pergi ke pasar. Di saat bersamaan, seorang pemuda yang berprofesi sebagai tukang mluku  (tukang bajak sawah dengan kerbau) bernama Baridin menuju sawah yang akan dibajaknya. Keduanya kemudian bertemu dan Baridin merasa tertarik dan jatuh hati terhadap Ratminah. Kegundahan dan perasaan cinta pertamanya terhadap Ratminah tersebut membuat Baridin urung ke sawah dan memutuskan kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, Baridin menyampaikan perasaannya kepada  mbok Wangsih, ibunya. Tidak hanya menyampaikan kegalaunnya, Baridin juga meminta  ibunya agar melamar Ratminah. Dengan terpakasa akhirnya mbok Wangsih menuju rumah bapa Dam untuk melamar Ratminah. Cacian dan hinaan diterima mbok Wangsih di rumah bapa Dam begitu mbok Wangsih menyampaiakan maksud kedatangannya.

Apa yang dialami mbok Wangsih di rumah bapa Dam disampaiaknnya kepada anaknya. Begitu remuk dan sakit hati Baridin mendengar  itu semua. Di saat sakit hati tersebut, Baridin bertemu dengan teman akrabnya yang bernama Gemblung. Sebagai sahabat, Gemblung memberikan bantuan untuk membalas sakit hati yang dialami Baridin. Baridin akhirnya diberikan mantera ajian Kemat Jaran Guyang. Berpuasa empat puluh hari empat puluh malampun dilakoninya.

Pengaruh dari ajian tersebut membuat Ratminah tergila-gila kepada Baridin. Ratminah pun akhirnya menyusul Baridin ke desanya agar mau menikahinya. Namun sesampainya bertemu, Baridin tidak mananggapi cinta Ratminah. Hal ini membuat Ratminah menjadi gila dan kemudian meninggal. Kematian Ratminah disusul dengan kematian Baridin yang  lemas karena menjalani puasa empat puluh hari. Dia dikuburkan di desa Jagapura Lor, Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Drama tarling baridin  menggunakan bahasa Cirebon, berdurasi kurang lebih tiga jam setengah. Bagi yang ingin mendengar ceritanya langsung dapat mengunduh melalui tautan di bawah ini.

  1. BARIDIN 1
  2. BARIDIN 2
  3. BARIDIN 3
  4. BARIDIN 4
  5. BARIDIN 5
  6. BARIDIN 6
  7. BARIDIN 7

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: